6 Fakta di Balik Rambut Warna-warni

6 Fakta di Balik Rambut Warna-warni

Tren mengecat rambut sudah hadir sejak sejumlah dasawarsa lalu. Mulai dari warna rambut ombre alias gradasi, highlight untuk mempertegas bayang-bayang rambut, bayalage yang memadukan highlight dengan ombre, dan sebagainya. Warna yang dipakai juga semakin beragam. Yang dulunya tidak sedikit orang memilih warna aman laksana coklat tua, kini warna rambut kian variatif laksana biru, merah muda, hijau, perak, dan lainnya. Pilihan warna yang lebih berani ini memang sukses menantang anak muda bikin bereksperimen dengan warna rambutnya. Apalagi, saat dilakukan styling yang tepat, rambut warna-warni cantik banget lho bikin difoto dan diunggah di media sosial.

Tetapi, Menurut Judi Online di balik warna rambut cerah yang serupa pelangi itu, ada kenyataan di baliknya yang bisa buat geleng-geleng kepala. Pengorbanan untuk mengolah warna rambut dari hitam pekat menjadi warna-warni bukan urusan yang sepele lho. Perjuangan nggak hanya dilaksanakan saat mengerjakan proses mewarnai, tapi pun setelah rambut berubah warna guna merawat rambut supaya tetap dalam situasi baik-baik saja. Inilah perjuangan di balik cantiknya warna-warni rambut yang instagramable ini

6 Fakta di Balik Rambut Warna-warni
6 Fakta di Balik Rambut Warna-warni

1. Mewarnai rambut jadi warna-warni nggak dapat dilakukan dengan instan lho. Butuh proses panjang yang memakan masa-masa berjam-jam demi mendapat warna rambut impian

Rambut warna-warni yang sering buat iri di Instagram tersebut nggak instan lho. Rambut mengalami sekian banyak proses hingga akhirnya warnanya dapat berubah memakai zat-zat kimia khusus. Nah, itu perlu proses yang lumayan panjang. Jika diestimasi, untuk mengerjakan pewarnaan rambut jenis bayalage warna terang seperti biru, dibutuhkan waktu selama enam jam dari proses bleaching hingga coloring.

2. Supaya warna rambut dapat lebih muncul, rambut seringkali melalui proses bleaching yang pasti saja dapat merusak tekstur rambut. Jadi serupa sapu ijuk deh~

Nah, warna rambut yang hitam pekat nggak bakal mempan kalau ditembus warna terang seperti perak, merah muda, atau ungu. Cara untuk dapat memunculkan warnanya ialah dengan menghilangkan pigmen warna hitam di rambut terlebih dahulu dengan bleaching. Sayangnya, bleaching menggunakan zat kimia yang keras dan dapat merubah tekstur rambut jadi kering serta bobrok sampai serupa sapu ijuk. Bahkan setelah bleaching, rambut yang telah rusak tersebut ditambahkan dengan zat pewarna rambut yang berisi bahan kimia juga. Kebayang dong gimana rusaknya rambut sesudah diwarnai.

3. Warna rambut tersebut sifatnya semi permanen sampai-sampai warnanya bakal pudar seiring berjalannya waktu

Jangan heran bila dalam sejumlah kali keramas sesudah rambut diwarnai, air bekas keramas dan busa sampo bakal berwarna sama dengan warna rambut. Ya, zat pewarna guna warna terang sifatnya semi permanen yang dapat hilang setelah sejumlah lama. Untuk menjaga warnanya, pilihannya ya dengan mengerjakan pengecatan warna ulang secara berkala. Repot kan~

4. Ada tidak sedikit faktor yang dapat membuat warna rambut cepat pudar dan usahakan kalian menghindarinya semenjak warna rambut tak lagi hitam

Nggak melulu keramas aja yang buat warna rambut cepat pudar. Ternyata klorin yang terdapat di air empang renang, air garam di laut, serta penyampaian sinar matahari turut andil dalam mempercepat lunturnya warna rambut. Bagi mengantisipasi, usahakan basahi rambut dengan air keran biasa sebelum berenang di empang renang atau di air laut. Gunakan pun semprotan anti UV guna rambut sebelum terbit di siang hari ya.

5. Perawatan setelah mengecat rambut pun nggak murah. Nggak melulu sampo aja, kalian pun perlu teratur memberi vitamin pada rambut biar nggak kian rusak

Setelah mengecat rambut, tidak boleh lupa ganti brand sampo dengan sampo eksklusif rambut berwarna. Pastikan pun kalian mempunyai kondisioner lho. Pemakaian kondisioner ini urgen untuk menjaga situasi rambut tetap lembap sesudah kering sebab rusak. Di samping itu, pakai pun vitamin rambut dan rutin mengerjakan perawatan rambut laksana masker rambut. Ini dapat dilakukan di salon ataupun di lokasi tinggal kok.

6. Meskipun dapat menimpa warna rambut dengan warna gelap saat bosan, namun tekstur rambut nggak kemudian kembali normal

Rasanya capek lho mesti berkali-kali mengecat ulang rambut supaya warnanya tetap bagus. Salah satu penyelesaian yang terbersit di pikiran ialah dengan mewarnainya pulang dengan warna gelap laksana warna rambut awal. Tetapi urusan tersebut nggak sepenuhnya dapat jadi penyelesaian lho. Rambut yang udah terlanjur rusak, teksturnya bakal tetap kasar meskipun diwarnai laksana rambut asli. Kalau hendak rambut kembali laksana semula, ya potong rambut aja sambil menantikan rambut pribumi bertumbuh panjang.

Kalau telah terlanjur mengecat rambut, mesti berani menghadapi resikonya. Memang semua urusan tersebut perlu pengorbanan, tergolong untuk menemukan warna rambut yang diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *